23 Juli, 2009

LEDAKAN BOM DI HOTEL RITZ CARLTON TIDAKKAH PREMATURE?


Seorang pria baru turun dari lift dengan memakai jas hitam, memakai topi, membawa tas tarik dan dibadannya seperti mengapit sesuatu, dengan langkah tenang memasuki restoran hotel. Dengan gaya seperti orang sibuk dia menelpon pakai hape lalu beberapa detik kemudian, duuuaaaarrr suara ledakan dasyat terdengar dan asap mengepul. Seseorang pengunjung hotel memakai baju putih yang saat itu tepat berada di depan pintu lobi terpental dan hilang tersaput asap tebal. Itulah gambar dari salah satu hotel yang tertangkap kamera CCTV sebelum ledakan terjadi yang disinyalir salah satu pelaku peledakan bom bunuh diri. Gambar video CCTV hotel tersebut sudah sering diputar di stasiun TV dan menjadi top news.

Ledakan bom yang meluluhlantakan hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta mengejutkan kita semua. Ditengah hiruk pikuk Pilpres yang baru kita laksanakan dan sedang menunggu proses akhir dari KPU, ledakan bom ini sangat sensitive. Bisa saja diinterprestasikan orang bermacam-macam dan dikaitkan dengan hasil Pemilu. Jika melihat dari aksi peledakan terhadap kedua objek ini maka jelas telah direncanakan matang oleh pelaku. Tidak gampang merekrut orang agar mau melakukan “aksi bom bunuh diri” dalam waktu dekat. Indoktrinasi terhadap pelaku tentu telah dilakukan jauh hari karena menyangkut nyawa orang lain.

Jika kita sedikit merenungkan sasaran bom bunuh diri ini, maka aka beberapa pertanyaan yang muncul. Tidakkah peledakan bom bunuh diri terlalu dini dilakukan?? Kenapa tidak menunggu 1 hari lagi di saat Tim Manchester United sudah menginap disana? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan benar oleh “otak pelaku” bom bunuh diri tersebut. Dari berbagai sumber disinyalir peledakan bom di kedua hotel ini melibatkan Noordin M Top sebagai sang sutradara. Hal ini dinyatakan Kapolri Bambang Hendarso Danuri bahwa bahan bom sama dengan yang ditemukan Tim Densus 88 Anti Teror di kediaman Baridin di daerah Cilacap. Salah seorang menantu Baridin diindikasikan sebagai Noor M Top.

Yang membuat sakit hati bangsa Indonesia, peledakan bom diotaki oleh warga Negara Malaysia yang tidak berlaku baik terhadap warga Negara Indonesia di negerinya. Sepertinya Indonesia mengekspor TKI ke Malaysia dan Malaysia mengekspor terror ke Indonesia. Bangsa Indonesia sangat dihormati dunia dibawah kepemimpinan Presiden Soekarno dan Soeharto. Walaupun demokrasi tidak berjalan baik namun Negara kita sangat kuat dan disegani. Pemimpin Indonesia saat ini sibuk bersolek mencari simpati dari Negara lain namun tidak mampu menjaga martabat bangsa ini.

Tidak ada komentar: