27 Juni, 2009

ORANG BILANG SAYA "KERAS"


Banyak orang bilang saya ini orangnya keras, tanpa kompromi dan susah diatur. Saya sangat setuju 200% dengan orang tersebut. Begitulah adanya saya tidak bisa kompromi dengan hal-hal yang tidak benar (tentu menurut saya) karena saya merasa sebagai pemimpin bagi diri saya sendiri. Disini sayalah “BOS” dan orang lain itu hanya bawahan saya. Tidak ada orang yang bisa memerintahkan saya untuk berbuat hal-hal yang tidak saya sukai ataupun yang saya tidak mau. Saya berani katakan “TIDAK” untuk hal itu. Saya sangat menyadari hal ini tentu akan mempengaruhi jalan karier saya tapi saya pribadi dengan bangga katakan bahwa karier saya ada ditangan saya sendiri dan Tuhan, sedangkan orang lain hanya pelengkap saja.

Hidup ini memang tidak mudah, banyak onak dan duri disetiap langkah perjalanan hidup. Kita hanya tidak memilih jalan mana yang akan dilalui. Jika ingin jalan tol yang mulus yang telah disediakan “developer” tentu kita hanya sebagai pengguna bahkan hanya penyewa saja. Memang hidup akan lebih enak karena kita tidak pernah kesakitan saat melaluinya. Kita hanya tinggal lewat dan “BAYAR TOL” lalu sampai ke rumah. Berhari-hari, bertahun-tahun kita lalui jalan tersebut namun tetap itu jalan ‘ORANG LAIN’ bukan jalan ‘SAYA’.

Saya memilih jalan yang belum pernah ditempuh dan dilalui orang lain. Jalan itu penuh onak dan duri, terjal dan berliku, dan saya harus membuat ‘JALAN SAYA SENDIRI” dengan sepenuh tenaga, pikiran dan waktu yang disediakan ALLAH SWT pencipta saya. Kontrak saya didunia ini telah saya tandatangani sewaktu saya didalam kandungan IBUNDA SAYA dan akan saya jalani dengan sepenuh hati. Tidak ada keraguan sedikitpun dalam hal itu bahwa HIDUP, MATI, KARIER, JODOH telah saya tentukan sendiri saat saya menandatangani ‘KONTRAK HIDUP” dihadapan ALLAH SWT.

Lalu apa yang harus saya takutkan tentang karier saya?? Apa saya tidak ingin sukses dalam karier seperti menjadi seorang pemimpin?? Tentu saja saya ingin sukses dan hebat dalam hal tersebut karena pada dasarnya saya adalah seorang PEMIMPIN yang telah dibuktikan dengan berhasilnya saya berada didunia ini. Sel sperma “saya” telah mengalahkan 1.999 sel sperma lainnya untuk menjadi ‘SAYA’, jadi saya tentu siap menjadi pemimpin dimana saja dan kapan saja. Tidak hanya dikantor tapi juga dirumah, dilingkungan tempat tinggal, ditenggah keluarga dan dimana saja.

Andri Wongso dalam seminarnya mengatakan”Jika kita lembek di dalam maka kehidupan akan keras diluar” artinya kita tidak boleh manja, malas, jadi pemakai. Kita harus menciptakan jalan hidup kita sendiri. Orang bijak berkata “Jika ingin sukses buatlah jalan sendiri jangan lalui jalan orang lain” karena orang sukses dan besar adalah penemu(maker) bukan pemakai (follower).

25 Juni, 2009

DEBAT CAPRES RI 2009, PENDIDIKAN POLITIK YANG BERHARGA


Debat capres 2009 putaran pertama yang disiarkan serentak oleh berbagai stasiun televise seperti TVOne, MetroTv, Trans7, dan TransTv sungguh tontonan yang mendidik bagi bangsa Indonesia. Disini para capres saling memberikan statement tentang visi dan misi mereka jika nanatinya terpilih sebagai Presiden RI untuk masa bakti 2009 -2014. Dari ketiga capres yakni ibu Mega, Pak SBY, dan Pak JK maka saya pribadi tanpa tendensi politik apapun berani mengatakan bahwa bintang pada acara debat capres itu adalah Pak JK.


Ada beberapa point yang membuat JK menjadi pilihan favorite saya pada acara itu yang pertama, JK merupakan capres yang berani menyalami peserta lain yang telah berada didepan duluan dimulai dari menyalami Bu Mega lalu Pak SBY. Hal ini tidak dilakukan SBY padahal Ibu Mega peserta pertama yang sudah ada didepan. Kedua, dari ketiga peserta debat terlihat JK yang paling santai, tidak ada beban, dan menghibur. Ini disebabkan karena JK masih tetap menjaga hubungan baik dengan kedua peserta yang lain, baik itu Ibu Mega maupun SBY. Ketiga, JK juga berani mengakui bahwa dia dulunya pernah menjadi pembantu Ibu Mega sebagai Menko Kesra yang pernah membantu Ibu Mega dalam permasalahan TKI maupun TKW di luar negeri. Begitu juga JK mendukung pendapat SBY dalam hal belum disahkannya UU TIPIKOR oleh DPR RI karena beliau masih Wapres SBY. Disinilah letak kelebihan JK karena kebesaran hatinya berani mengakui bahwa dia pernah menjadi bawahan. Keempat, pada saat diberikan kesempatan untuk menutup acara debat dengan sangat cerdik dia mengunakannya untuk menyampaikan serangan manis terakhir dengan menyatakan bahwa “Pemerintahan Pro Rakyat Bu Mega telah Dilanjutkan oleh SBY maka jika diberikan kesempatan menjadi Presiden maka JK akan melakukannya dengan Lebih Cepat dan Lebih Baik.”


Namun ada yang kurang memuaskan dalam acara debat tersebut yaitu debat kusir para komentator acara dan tim sukses capres. Sangat memalukan jika para kandidat presiden sendiri begitu kompak dan santun satu sama lain dalam mengomentari kandidat lain. Sedangkan para komentator dan tim sukses merasa seakan lebih “tahu” dan merasa dialah pemilik acara tersebut. Selain itu tim sukses masing-masing capres berusaha saling membuka keburukan-keburukan capres lainnya tanpa merasa bersalah sama sekali. Saya tidak tahu persis apakah debat capres di AS dan Negara lain juga seperti itu, padahal ini sangat memalukan. Selain itu acara ini kurang sreg ditonton karena banyaknya iklan di acara debat tersebut sehingga pemirsa jagi ngerundel dihati. Kok bisa acara debat presiden RI yang notabene memilih orang pertama di RI ini harus pake iklan??? Iklannya produk asing lagi!!!

Sebagai anak bangsa kita mengharapkan Indonesia akan dipimpin oleh seorang Presiden yang berani, mencintai bangsa, Negara dan rakyatnya, memajukan sector ekonomi dan pendidikan, menjaga kedaulatan setiap jengkal tanah air, diakui peranannya dalam dunia Internasional dan kuat serta mandiri dalam segala hal. Kita berharap Indonesia akan lebih maju dan sejahtera serta lebih adil dan bermartabat. Debat capres lebih santun daripada debat tim suksesnya.

DEBAT CAWAPRES 2009, MENJENGKELKAN DAN BIKIN GREGETAN


Setali tiga uang, debat Cawapres putaran pertama yang disiarkan berbagai TV tanah air ngak jauh beda debat Capres yang lalu, kesimpulan saya benar-benar menyebalkan dan bikin gregetan. Bayangkan acara yang menampilkan calon pemimpin bangsa dari 240 juta rakyat Indonesia tak ubahnya seperti pemilihan Indonesian Idol. Adanya polling SMS, Tim sukses yang “asbun”, Suara berbagai alat music yang dimainkan para pendukung, pemandu acara yang “over acting” dan banyaknya iklan yang berseliweran membuat acara tersebut tidak nikmat untuk ditonton. Saya benar-benar dibuat kesal dan muak atas segala permasalahan itu. Acara yang seharusnya menampilkan intelektualitas dan integritas calon hilang bagaikan ditelan gemuruh suara gendang, suuitan, keplokan persis seperti acara 17 Agustusan.

Kita sebagai bangsa memang tidak pandai berterima kasih dan menghargai diri sendiri karena dengan bangga menampilkan kebodohan kita kepada khalayak ramai. “Apa kata dunia”, jika acara debat calon presiden kita dibiayai oleh iklan yang notabene berasal dari perusahaan milik asing seperti Indosat. Jika acara yang benar-benar sacral saja kita tidak dapat menampilkan harga diri bangsa apalagi acara-acara lain. Padahal tema debat Cawapres saat itu “Mengali potensi dan jati diri bangsa Indonesia”, lalu apa yang patut kita banggakan dari acara debat tersebut?? Jati diri kita saat itu jelas sudah tergadaikan ke pemasang iklan dan tindakan konyol tim sukses, pendukung, pemandu acara dan polling sms tersebut.


Sebagai bangsa kita harus sedih melihat kenyataan bahwa kita tidak ada harganya sama sekali. Kita dibiayai oleh orang lain dalam segala hal, bahkan hidup anak cucu kita sudah digadaikan untuk bayar hutang yang semakin menumpuk hampir Rp. 1.666 T. Jika dikalkulasikan dengan jumlah penduduk Indonesia maka setiap orang menanggung beban hutang Rp. 7.7 juta/jiwa. Padahal tidak semua anak bangsa ini yang merasakan nikmatnya kue pembangunan. Kalau mau berkata jujur maka harus kita katakan, “Kamu makan enaknya saya yang dapat sampahnya”.

Penampilan Cawapres Prabowo, Boediono, maupun Wiranto malam itu sungguh jauh dari acara debat. Tak ubahnya lomba pidato yang lebih pas seperti acara Tanya jawab antara dosen dan mahasiswanya. Tidak ada yang baru yang disampaikan dan tidak ada yang fenomenal. Yang saya harapkan malam itu salah satu Cawapres berkata:”Jika saya terpilih nanti maka saya akan melakukan nasionalisasi perusahaan2 asing yang mengerogoti kekayaan alam Indonesia”, seperti halnya yang dilakukan Presiden Hugo Chaves di Venezuela, Evo Morales di Bolivia, karena kekayaan alam Indonesia harus dinikmati sebesar2nya oleh rakyat Indonesia sesuai UUD 1945. Sayang hal ini tidak terjadi padahal saya akan menjatuhkan pilihan saya kepada calon yang berani tersebut.

Acara debat tersebut akan pas jika dipandu oleh Presenter Tina Talita yang berani memotong, mengarahkan, bahkan menelanjangi peserta debat. Tidak seperti saat ini yang penuh dengan protokoler, santun, jaim dan membeo. Moderator dari kalangan akademisi memang tidak diragukan lagi keilmuannya namun untuk berdebat orang harus berani mengarahkan pada topic yang benar dan jawabannya tidak asal omong karena harus dipertanggungjawabkan jika terpilih nanti. Mari kita berdebat untuk mendapatkan yang lebih baik.

13 Juni, 2009

BERANI TAMPIL APA ADANYA


Kejujuran yang paling berharga pada diri kita adalah ketika kita berani tampil apa adanya. Kita tidak usah mengharapkan orang lain melihat diri kita lebih dari kenyataan. Kitapun tidak usah ingin kelihatan lebih pandai dan lebih cendekia. Tidak perlu ingin kelihatan lebih soleh dan lebih mulia. Yang harus kita miliki adalah kegigihan untuk terus memperbaiki diri. Puaskanlah diri kita dengan memiliki apa adanya dan terus menerus memperbaiki diri. Sesungguhnya tipu daya kita kepada orang lain tidak akan membuat kita terhormat, melainkan membuat kita terpenjara dan terhina. Kehidupan yang berani apa adanya disertai dengan kegigihan terus memperbaiki diri, lambat laun akan membuat kita memiliki kemuliaan yang hakiki. Bahagia dan mulia dalam kemuliaan dunia wal akherat. Wallahu a'lam bish showab

PEMILU DAMAI RAKYAT MEMILIH 2009


Yang namanya kompetisi tentu akan seru dan ramai oleh teriakan penonton, termasuk juga kompetisi Capres dan Cawapres 2009 ini. Kalau tidak ada teriakan penonton tentu kurang semangat bagi peserta yang berlomba yang penting wasitnya harus adil dan gesit. Ibarat orang nonton sepakbola dimana setiap penonton punya klub dan pemain favorit yang sesuai dengan seleranya masing-masing. Pilpres 2009 ini menampilkan 3 pasangan capres dan cawapres yang menurut perhitungan rakyat banyak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Rakyat Indonesia tidaklah bodoh walau mereka diam namun tetap mengawasi sepak terjang setiap pemimpinnya. Tidak gampang memang mencari figure pemimpin yang sempurna, baik itu akhlaknya maupun ilmunya untuk membangun NKRI. Sejarah memang ditulis oleh penguasa namun kebenaran tetap berada di relung hati nurani bangsa. Tidak ada seorangpun yang dapat mempengaruhi hati nurani orang lain karena itu rahasia dirinya dan penciptaNya.

Ketiga pasangan capres cawapres ini telah dikenal luas oleh rakyat Indonesia karena merupakan public figure yang terkenal di pemerintahan dan TNI.

Pasangan pertama:
Megawati Soekarno Putri merupakan putri Proklamator kemerdekaan RI Bung Karno, Presiden RI yang pertama. Ibu Mega juga Mantan Wakil Presiden dan Presiden setelah era Orba dan juga menjabat Ketua Umun PDIP. Hanya orang dungu saja yang tidak mengenal beliau. Sedangkan Cawapres Prabowo Subiakto merupakan putra dari Begawan Ekonomi RI zaman Orba Soemitro Djojohadikusumo yang pernah menjabat beberapa pos menteri zaman Orba. Prabowo Subiakto juga mantan menantu dari Soeharto Presiden RI kedua yang berkuasa selama 32 tahun pemerintahan Orba. Letjend (purn) Prabowo juga mantan Danjen Kopassus yang sangat terkenal ke seantero dunia dan saat ini menjadi pengusaha dari berbagai bidang bisnis dengan kekayaan Rp. 1,57 Trilliun.

Pasangan kedua:
Jend (purn) Dr. H. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan Presiden RI keenam (Incumbent) yang merupakan menantu dari Sarwo Edhie Wibowo mantan komandan RPKAD yang menumpas PKI tahun 1965. SBY merupakan Ketua Dewan Penasehat PD yang memenangkan Pemilu legislative 2009 dengan raihan 20,45% suara di DPR. Sedangkan Cawapres Boediono merupakan akademisi yang sangat popular saat saya kuliah di Yogyakarta karena bukunya Ekonomi Mikro menjadi literature wajib mahasiswa ekonomi. Boediono mulai terkenal sejak menjadi Menkeu, Menko Perekonomian dan Gubernur BI yang membawanya menjadi cawapres 2009.

Pasangan ketiga:
H.M. Jusuf Kalla (JK) merupakan Wakil Presieden RI saat ini (Incumbent) yang merupakan salah seorang pengusaha nasional terkenal tanah air. Usaha keluarga JK sangat banyak dan merupakan warisan dari ayahanda beliau. Usaha yang membuat keluarga JK terkenal yakni Pelayaran dan Konstruksi. Saat ini JK menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang menjadi mesin politik Orba dulunya. Sedangan cawapres Jend (purn) H. Wiranto merupakan mantan Panglima ABRI yang juga pernah menjadi Menkopolkam dengan pengalaman tempur yang sangat beragam. Kemampuan beliau dibidang militer tidak dapat diragukan lagi karena pengalamannya. Saat ini Wiranto merupakan Ketua Umum Partai Hanura.

Yang paling menarik dari ketiga kandidat tersebut bahwa mereka semua merupakan muka lama yang pernah bersaing pada Pilpres 2004 dan pernah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden sehingga dalam salah satu acara televisi politisi PAN Drajat Hari Wibowo pernah berucap bahwa pasangan pertama merupakan Presiden masa lalu dan Pasangan kedua merupakan Presiden masa sekarang, sedangkan pasangan ketiga Presiden masa depan. Karena dari ketiga capres hanya JK saja yang belum jadi Presiden.