31 Juli, 2011

MARZUKI ALIE: MAAFKANLAH PARA KORUPTOR

Marzuki: Maafkan Koruptor, Kalau Mengulangi Dihukum Mati


detikcom
Marzuki: Maafkan Koruptor, Kalau Mengulangi Dihukum Mati

Jakarta - Ketua DPR yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie mengajak semua rakyat Indonesia untuk memulai hidup baru. Memaafkan koruptor dan membenahi sistem baru transaksi keuangan serta hukuman mati bagi para koruptor.

"Seluruh koruptor dipanggil pulang suruh bawa uangnya masuk, kenakan pajak. Kita saling memaafkan seluruh Indonesia, memaafkan koruptor, semuanya dimaafkan. Tuhan saja memaafkan semua manusia. Tapi tidak boleh mengulangi lagi, kalau diulangi dihukum mati," ujar Marzuki.

Hal ini disampaikan Marzuki usai salat Jumat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis Jumat (29/7/2011).

Kemudian para koruptor harus membawa uang mereka kembali ke Indonesia. Tetap menjadi uang mereka, namun dikenakan pajak saat uang itu dipindahkan ke Indonesia.

"Setelah itu suruh bawa semua uang mereka masuk dikenakan pajak. Cukup bawa pulang ke Indonesia saja. Terlalu repot kita menyelidiki masa lalu. Karena masa depan adalah kehidupan kita. Semuanya kita saling memaafkan," tutur Marzuki yang mengenakan kemeja batik dan peci ini.

Setelah itu , menurut Marzuki segera dilakukan pembatasan transaksi tunai. Setiap transaksi diatas Rp 1 juta harus mulai bank supaya mudah dilacak sumber dananya.

"Kalau memberantas korupsi kita harus berani melakukan dua hal. Tidak boleh bertransaksi tunai diatas Rp 1 juta sehingga tidak ada lagi orang yang membawa miliaran uang tunai, semua harus lewat proses perbankan. Kita harus berani menyiapkan UU tindak pidana korupsi dengan pembuktian terbalik, saya yakin dalam lima tahun Indonesia akan bersih. Sebelum itu dibuat pemutihan. Uang di luar negeri silahkan masukkan dalam negeri dikenakan pajak. Semuanya clearkan dengan hal baru. Daripada uang itu beredar di luar negeri," tandasnya.




Tidak ada komentar: