09 November, 2009

BEDA POLISI INDONESIA DAN RUSIA


Tindakan Alexei Dymovsky (32), seorang perwira polisi di Rusia ini patut ditiru. Tidak tahan dengan budaya korupsi yang terjadi, ia membuat sebuah rekaman video tentang perilaku korup para atasannya.


Seperti diberitakan AFP, Senin (9/11/2009), Dymovsky menuding atasannya di wilayah Novorossiisk telah melakukan jual beli perkara. Dymovsky adalah penyidik senior di wilayah tersebut yang memegang divisi kejahatan narkotika dan penyelundupan.


"Saya tidak tahan karena selalu diminta untuk menutupi kejahatan. Saya capek disuruh memenjarakan orang yang tidak bersalah," kata Dymovksy dalam rekaman videonya.


Dalam videonya, Dymovsky juga meminta bertemu langsung dengan Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin untuk membahas soal permasalahan di lembaga kepolisian. Ia juga meminta agar pemerintah memerhatikan kesejahteraan polisi.


"Bagaimana bisa bekerja profesional dengan gaji hanya sekitar 14,000 rubles (USD 549) per bulan," tambahnya.

Menteri Dalam Negeri Rusia Rashid Nurgaliyev memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas laporan dari Dymovksy. Tim akan mulai bekerja hari ini.


"Laporan lengkap akan disampaikan pada Presiden Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Vladimir Putin," ujar Rashid.

Top of Form

Bottom of Form

Tidak ada komentar: