Tampilkan postingan dengan label MALAYSIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MALAYSIA. Tampilkan semua postingan

17 September, 2009

NOORDIN M TOP TERORIS DARI MALAYSIA IS DEAD


Warga terus berdatangan ke lokasi tewasnya Noordin M Top dan kelompoknya. Polisi pun sempat kewalahan. Kini pihak Polri memasang pagar seng di sekeliling rumah yang disewa Susilo alias Adeb yang berada di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, itu.Pemagaran itu membuat warga kecewa tidak bisa melihat kondisi rumah yang disana-sini hangus terbakar dan meninggalkan lubang bekas berondongan peluru itu. Apalagi, tinggi pagar mencapai sekitar 3 meter, sehingga hanya terlihat bagian atas rumahnya saja.Pada tempat kejadian perkara, masih terlihat sepeda motor Honda Grand yang hangus terbakar. Diduga terkena ledakan bom.


Meskipun TKP telah ditutupi pagar seng, ratusan masyarakat yang kebanyakan bukan warga setempat, tetap antusias menyaksikan sisa-sisa penyergapan yang diduga menewaskan empat orang tersebut.Namun mereka hanya dapat menyaksikan rumah yang terbakar akibat penyergapan tersebut dari jarak sekitar lima meter, atau di luar garis pembatas warna kuning polisi (police line). Polisi menjaga dengan ketat sekitar rumah Susilo ini.Polri menyergap rumah Susilo alias Adeb karena diduga menjadi tempat persembunyian teroris pada Rabu malam (16/9), dan baru selesai Kamis pagi (17/9). Pada penyergapan tersebut terjadi baku tembak selama tujuh jam dan ledakan sebanyak dua kali yang mengakibatkan rumah Susilo hangus terbakar.


Warga sekitar tidak menduga, jika rumah kontrakan itu selama ini dijadikan tempat mangkal para teroris. "Orangnya jarang keluar rumah, kami belum mengenalnya," ujar seorang tetangga rumah Susilo itu.


Sumber tvOne memastikan bahwa salah satu teroris yang tewas dalam penyergapan di Kepuhsari, Jebres, Solo, Jawa Tengah dipastikan adalah Noordin M. Top. Noordin tewas bersama tiga pria saat Detasemen Khusus 88 menyerbu rumah Susilo.Kepastian ini diperoleh berdasarkan ciri-ciri fisik Noordin. Tinggi, postur, hingga warna rambut sangat mirip dengan buronan teroris nomor satu itu.Saat ini, keempat jenazah termasuk jenazah Noordin dibawa ke RS Polri dokter Soekanto untuk identifikasi lebih lanjut.


Jenazah akan menjalani tes DNA untuk mendapatkan identitas yang lebih pasti.Seperti diketahui, pengepungan yang berlangsung sejak Rabu, 16 September 2009 pukul 23.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 05.30 WIB. Empat orang di dalam rumah diduga tewas dalam pengepungan, termasuk seorang wanita.Wanita itu diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri. Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.Bagus Budi Pranoto alias Urwah juga dikabarkan tewas dalam penggerebekan itu. Buron tersebut diduga berperan menyembunyikan Noordin M Top di Temanggung.Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top. Satu orang lainnya yang diduga tewas adalah Maruto, pria yang diduga pernah menjadi dokter pribadi Noordin M Top.Seorang lainnya bernama Bejo ditangkap Rabu kemarin di Pasar Gading, Solo. Sementara identitas dua pria lainnya belum diketahui.

31 Agustus, 2009

MALAYSIA TAMBAH PASUKAN DIPERBATASAN DENGAN INDONESIA



Itulah headline berita hari ini di Koran Banjarmasinpost. Berita ini merupakan liputan lapangan di perbatasan di pulau Kalimantan. Perbatasan memang sangat vital dalam menangkal masuknya tentara asing ke wilayah suatu Negara. Namun penambahan personel militer ditengah suasana yang panas dapat diartikan bahwa “siap perang” terhadap tetangga.

Maraknya klaim Malingsia terhadap beberapa produk budaya Indonesia seperti lagu rasa sayange dari Ambon, Rendang dari Minang, Keris dan batik dari Jawa, Tari pendet dari Bali dan yang lainnya (sumber dari kompas) membuat hubungan masyarakat kedua Negara panas. Hubungan ini memang belum merusak hubungan kenegaraan yang masih terjalain baik walau ada desakan dari berbagai kalangan agar Indonesia memutuskan hubungan diplomatic dan menarik TKI dari Malingsia.

Kesiapan perang Negara tetangga tersebut bukan hanya dari segi penambahan pasukan militer di perbatasan namun juga perekrutan warga sipil untuk bela Negara. Laskar wathaniyah itulah nama kumpulan warga sipil yang menjaga perbatasan di Malingsia. Celakanya lagi dalam laskar wathaniyah ini banyak bergabung warga Negara Indonesia karena iming-iming gaji yang besar. Apa jadinya mereka kalau benar-benar terjadi perang antara kita dan Negara Malingsia. Bisa-bisa tentara kita bertempur dengan WNI yang ada dalam laskar wathaniyah tersebut. Sebaiknya pemerintah member I perhatian terhadap laskar sipil di perbatasan ini.

Sejauh ini pemerintah Indonesia hanya menambah personel militer di perbatasan karena maneuver Negara tetangga. Sepertinya jika ada pemicu maka perang sudah tidak dapat dielakkan lagi. Kita bangsa Indonesia harus bersiap-siap untuk bela Negara. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa pejuang yang semangat patriotismenya mampu mengusir penjajah Belanda walau hanya dengan bambu runcing. Mari kita tegakkan Sumpah Palapa Mahapatih Gajah Mada yang mampu menyatukan kepulauan Nusantara. Kita pasti MENANG.

26 Juli, 2009

SIAPA DIBELAKANG "BOMBER" DI INDONESIA


Siapakah yang bermain dibelakang peledakan bom di Indonesia?? Pertanyaan ini dari awal sudah menari-nari dalam benak saya. Kenapa Indonesia dijadikan basis "terorisme" berkedok agama padahal dedenkotnya dari negara lain?? Ini tentu gampang jawabnya karena Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam dan masih terbelakang, baik secara politik, ekonomi dan lainnya. Inilah lahan subur yang digarap pihak asing sehingga mudah mengobok-obok Indonesia.

Selain itu negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang masih minim sarana transportasi jadi "enak" buat pelarian. Yang membuat miris kita semua sasarannya bukan saja warga asing namun juga orang Islam sendiri yang jadi korban dan yang pasti kalau negara ini hancur maka akibatnya juga dirasakan oleh rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Jadi apa untungnya bagi mereka yang mengatasnamakan agama Islam meledakkan bom di Indonesia.

Banyak pihak mensinyalir ada keterlibatan agen negara lain bermain di Indonesia. Saya sangat percaya ini. Kenapa?? Karena jika Indonesia kacau dan bangsanya tidak maju-maju maka pihak asing lebih gampang menguasainya. Indonesia merupakan negara yang kaya raya dengan kekayaan alam melimpah namun SDM masih rendah. Dengan keadaan ini negara lain akan menawarkan bantuannya yang tentu sudah ada "label" harganya dan bangsa ini akan selalu tergantung dari pihak asing.

Selain itu sebagai mayoritas rakyatnya yang beragama Islam maka stigma "teroris" akan terus melekat kepada bangsa ini walau sebenarnya kitalah yang menjadi korbannya. Negara-negara tetangga kita tentu tidak ingin kita lebih maju daripada mereka karena mereka masih mengeksploitasi kekayaan alam kita. Semoga bangsa ini sadar dan bersatu menghadapi segala tantangan dan rintangan.