Tampilkan postingan dengan label AL QAEDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL QAEDA. Tampilkan semua postingan

26 Agustus, 2009

MENGURAI BENANG TERORIS DI INDONESIA

Pasca peledakan bom di hotel JW Marrriot dan Ritz Calrton Indonesia satu persatu jaringan teroris mulai terurai. Dimulai dari tertangkapnya Ahmad Fery dan terbunuhnya Ibrohim maka identitas kawanan teroris sudah ada di tangan kepolisian. Yang lebih mengejutkan bahwa jaringan teroris atau gerakan bawah tanah tersebut dibangun berdasarkan kekeluargaan. Satu lagi saudara ipar dari Ibrohim berada dalam list DPO yakni Saefudin Zuhri alias Saefudin Djaelani alias Udin dan Muhammad Syahrir alias Aing. Kedua tersangka DPO ini merupakan kakak beradik dan merupakan ipar dari Ibrohim dan Ahmad Fery. Nama baru yang dimasukkan DPO dan sudah tertangkap adalah Muhammad Djibril yang merupakan ponakan dari Irfan M Awwas salah seorang pentolan MMI.

Semoga pihak kepolisian dalam waktu dekat ini dapat menangkap gembong teroris No. 1 YAKNI NOORDIN M TOP. Perbuatan para tersangka teroris sangat melukai bangsa Indonesia. Bagaimanapun juga teror yang dilakukan di wilayah kita yang tidak ada konflik sektarian sangat disesalkan. Seharusnya mereka tidak melakukan aksinya di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim. Ini sama saja menghancurkan Islam yang katanya mereka bela.

15 Agustus, 2009

NOORDIN M TOP KIRIM EMAIL NYATAKAN TETAP AKAN NGEBOM


EMAIL DARI NOORDIN M TOP DI BAGUSTV.COM

Assalamualaikum Wr. Wb

Saya Noordin M Top mau membenarkan bahwa yang meninggal di temanggung Adalah Ibrohim Alias Boim. Sebenarnya saya memang pada waktu itu berada di Temanggung dengan kedua pengawal Saya dan Ibrohim,Tetapi pada waktu Pegepungan saya berhasil lolos dari kepungan polisi.Saya tidak akan pernah menyerah sebelum amerika beserta sekutunya keluar dari irak atau negara islam lainnya.Kami mempunyai landasan mengapa kita akan terus meneror orang asing:

1. Sebagai Qishoh (pembalasan yang setimpal) atas perbuatan yang dilakukan oleh Amerika dan antek-anteknya terhadap saudara kami kaum muslimin dan mujahidin di penjuru dunia
2. Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini, yang mana mereka adalan pencuri dan perampok barang-barang berharga kaum muslimin di negeri ini
3. Mengeluarkan mereka dari negeri-negeri kaum muslimin. Terutama dari negeri Indonesia
4. Amaliyat Istisyhadiyah ini sebagai penyejuk dan obat hati buat kaum muslimin yang terdholimi dan tersiksa di seluruh penjuru dunia Yang terakhir ….. bahwasanya Amaliyat Jihadiyah ini akan menjadi pendorong semangat untuk ummat ini dan untuk menghidupkan kewajiban Jihad yang menjadi satu-satunya jalan untuk menegakkan Khilafah Rosyidah yang telah lalu, bi idznillah. Dan kami beri nama Amaliyat Jihadiyah ini dengan : 'SARIYAH JABIR'
الله أكبر ولله العزة ولرسوله والمؤمنون


Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia


Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top

12 Agustus, 2009

SIAPAKAH TERORIS YANG TEWAS DI TEMANGUNG



Pertanyaan yang akhir-akhir ini sering dilontarkan banyak orang. Pasca penyergapan di Temanggung yang menewaskan satu orang yang di identifikasikan sebagai gembong teroris Noordin M Top banyak terjadi kejanggalan atas kebenaran klaim tersebut. Termasuk pihak yang meragukan di sini mantan Kabakin M. Hendropriyono dan Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones serta Kepala Pusat Terorime dan Kekerasan Rohan Gunaratna. Hal ini berkaitan bahwa teroris yang tewas hanya sendirian di rumah tersebut. Kesangsian serupa juga diungkapkan keluarga besar Noordin di Malaysia yang mengucapkan selamat ulang tahun buat pria kelahiran tanggal 11 Agustus 1968 tersebut dan mendoakannya semoga panjang umur. Berbeda dengan Dr. Azhari yang pada saat penyergapan di temani oleh pembantu dekatnya. Dari photo korban yang beredar sangat diragukan sekali itu adalah Noordin M Top kecuali jika dia berganti wajah dengan operasi plastic. Wajah korban sulit dikenali disebabkan luka yang hampir membelah kepala sampai hidung akibat luka tembakan dan pecahan kaca dari bom yang diledakkan.

Dari awal penggerebekan polisi kurang memperhitungkan akibat dari tembakan-tembakan dan ledakkan bom yang dilakukan. Banyak pihak menyayangkan polisi tidak berhasil menangkap hidup-hidup tersangka yang pada saat penggerebekan hanya sendirian. Kenapa polisi tidak mengunakan gas air mata atau bom asap yang membuat korban lumpuh dan bisa ditangkap masih hidup. Alasan polisi bahwa rumah persembunyian tersangka dipasangi bom tentu tidak dapat diledakkan jika tersangkanya telah pingsan atau dilumpuhkan. Sangat disayangkan jika gembong teroris tersebut mati dalam keadaan jasadnya sulit dikenali dan sulit pula diidentifikasi pihak kepolisian.

Berita yang beredar saat ini banyak menyebutkan bahwa korban tewas di Temanggung tersebut bukanlah Noordin M Top melainkan adalah Reno alias Mubarak salah seorang anak buah Dr. Azhari. Ada juga yang mengatakan itu adalah Ibrohim (florist) atau Bahrudin Latif alias Baridin (mertua Noordin M Top). Kesimpangsiuran tentang identitas korban di Temanggung akan terungkap setelah pihak kepolisian yang hari ini akan membeberkan hasil Tes deoxyribonucleid acid (DNA).

Keberhasilan pihak kepolisian mengungkapkan pelaku peledakkan bom bunuh diri di hotel Ritz Carlton dan JW Marriot yang kondisi mayatnya lebih hancur patut di acungi jempol. Pelaku peledakkan telah diidentifikasi adalah Dani Dwi Permana umur 17 tahun (Dani) dan Ikhwan Maulana yang berumur 40 tahun (Nana). Kedua pelaku melakukan bunuh diri setelah berhasil di rekrut oleh seseorang berinisial SJ yang saat ini masih buron. Bagaimanapun juga teroris di Indonesia akan tetap ada karena akar permasalahannya berupa kemiskinan belum teratasi.

23 Juli, 2009

LEDAKAN BOM DI HOTEL RITZ CARLTON TIDAKKAH PREMATURE?


Seorang pria baru turun dari lift dengan memakai jas hitam, memakai topi, membawa tas tarik dan dibadannya seperti mengapit sesuatu, dengan langkah tenang memasuki restoran hotel. Dengan gaya seperti orang sibuk dia menelpon pakai hape lalu beberapa detik kemudian, duuuaaaarrr suara ledakan dasyat terdengar dan asap mengepul. Seseorang pengunjung hotel memakai baju putih yang saat itu tepat berada di depan pintu lobi terpental dan hilang tersaput asap tebal. Itulah gambar dari salah satu hotel yang tertangkap kamera CCTV sebelum ledakan terjadi yang disinyalir salah satu pelaku peledakan bom bunuh diri. Gambar video CCTV hotel tersebut sudah sering diputar di stasiun TV dan menjadi top news.

Ledakan bom yang meluluhlantakan hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta mengejutkan kita semua. Ditengah hiruk pikuk Pilpres yang baru kita laksanakan dan sedang menunggu proses akhir dari KPU, ledakan bom ini sangat sensitive. Bisa saja diinterprestasikan orang bermacam-macam dan dikaitkan dengan hasil Pemilu. Jika melihat dari aksi peledakan terhadap kedua objek ini maka jelas telah direncanakan matang oleh pelaku. Tidak gampang merekrut orang agar mau melakukan “aksi bom bunuh diri” dalam waktu dekat. Indoktrinasi terhadap pelaku tentu telah dilakukan jauh hari karena menyangkut nyawa orang lain.

Jika kita sedikit merenungkan sasaran bom bunuh diri ini, maka aka beberapa pertanyaan yang muncul. Tidakkah peledakan bom bunuh diri terlalu dini dilakukan?? Kenapa tidak menunggu 1 hari lagi di saat Tim Manchester United sudah menginap disana? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan benar oleh “otak pelaku” bom bunuh diri tersebut. Dari berbagai sumber disinyalir peledakan bom di kedua hotel ini melibatkan Noordin M Top sebagai sang sutradara. Hal ini dinyatakan Kapolri Bambang Hendarso Danuri bahwa bahan bom sama dengan yang ditemukan Tim Densus 88 Anti Teror di kediaman Baridin di daerah Cilacap. Salah seorang menantu Baridin diindikasikan sebagai Noor M Top.

Yang membuat sakit hati bangsa Indonesia, peledakan bom diotaki oleh warga Negara Malaysia yang tidak berlaku baik terhadap warga Negara Indonesia di negerinya. Sepertinya Indonesia mengekspor TKI ke Malaysia dan Malaysia mengekspor terror ke Indonesia. Bangsa Indonesia sangat dihormati dunia dibawah kepemimpinan Presiden Soekarno dan Soeharto. Walaupun demokrasi tidak berjalan baik namun Negara kita sangat kuat dan disegani. Pemimpin Indonesia saat ini sibuk bersolek mencari simpati dari Negara lain namun tidak mampu menjaga martabat bangsa ini.