26 Maret, 2009

NIKMATNYA PULANG KAMPUNG


Sungguh suatu perjalanan yang menyenangkan jika kita mempunyai kesempatan untuk pulang ke kampung halaman yang telah lama kita tinggalkan. Ada rasa kerinduan yang mendalam setiap kali mengenang tempat kita dilahirkan dan dibesarkan tersebut, apalagi jika kedua orang tua dan saudara-saudara kita masih ada disana. Kenangan-kenangan indah kembali terbayang di pelupuk mata menambah semakin tebalnya kerinduan tersebut. Tidak heran jika orang rela berdesak-desakan di angkutan umum beratus-ratus kilometer demi pulang kampung yang biasanya dilakukan pada hari libur sekolah ataupun hari libur Nasional. Fenomena ini dipastikan terjadi setiap tahun terjadi dari kota ke kota lain di Indonesia. Biasanya kota-kota besar yang menampung kaum urban seperti Jakarta dan Yogyakarta akan menjadi sepi di saat hari ritual pulang kampung tersebut. Saya mengalami beberapa kali berlebaran di kota gudeg Yogya ketika dulu masih kuliah. Sepinya Yogya saat lebaran memang sangat terasa pada saat mau cari warung makan yang semuanya pada tutup, yang buka hanya satu dua di Jalan Malioboro dan mahalnya minta ampun, mungkin dikira turis kali ya. Solusi yang paling tepat saat itu dengan membeli mie bungkus, telor dan beras alias masak sendiri (maklum anak kos).
Bulan Juni 2008 saat liburan sekolah, saya kembali melakukan ritual pulkam tersebut dan situasinya sudah berbeda jika dibandingkan dengan ketika masih mahasiswa karena “buntutnya” sudah panjang alias sudah punya anak, istri dan mertua. Jarak yang ditempuh juga semakin jauh yakni dari Banjarmasin ke Pekanbaru dan naik pesawat. Berat diongkos itulah judulnya kali ini, apalagi harga tiket saat itu benar-benar tidak bersahabat alias sedang tinggi-tingginya karena pas musim liburan anak sekolah. Dipastikan saya sudah booking tiket pesawat Garuda Banjarmasin – Jakarta - Pekanbaru PP sebulan sebelum tanggal keberangkatan. Experience is the best teacher pasti saya terapkan saat itu jika tidak ingin kecewa berat karena tiket habis dan harga yang naik sampai 2 kali lipat. Kejadian ini terjadi berulang-ulang sesuai hukum ekonomi dimana harga akan naik jika permintaan naik (supply and demand), jadi harus diantisipasi dahulu. Kebetulan saat itu saya membawa kedua orang mertua yang sudah cukup umur untuk bertemu dengan kedua orang tua saya di Pekanbaru, maklum mereka belum pernah ketemu tahunya kedua anak mereka sudah menikah dan sudah punya cucu.
Sepanjang perjalanan Banjarmasin – Jakarta – Pekanbaru dengan pesawat tidak ada cerita yang istimewa kecuali tentang delay yang cukup melelahkan. Hal ini bukan kejadian yang istimewa menurut saya karena sudah biasa (maklum aja deh). Kota Pekanbaru yang telah saya tinggalkan selama 5 tahun telah jauh berubah, saya sebagai putera daerah cukup surprise dengan perkembangan kota yang kucintai ini. Deretan Ruko dan fasilitas umum yang dulunya belum ada sekarang sudah berdiri dengan kokoh ditengah-tengah kota. Benar kata orang, jika ingin tahu betapa cantik dan indahnya kampung halamanmu pergilah merantau cukup lama, lalu pulanglah dan dipastikan kita akan semakin mencintainya. Tidak ada yang lebih indah di dunia ini selain tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan, kenangan hidup disana terpatri begitu kuat tidak bisa dihapuskan, kecuali kita mengalami amnesia kali ya.
Yang paling menyenangkan dilakukan di kampung halaman adalah mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah bagi kita seperti sekolah, tempat bermain, teman sepermainan, dan mantan pacar. Kitapun dengan semangat bercerita kepada anak-anak tentang kejadian-kejadian yang pernah dialami dulunya, seperti cerita tentang tempat kita dulunya bermain layangan, manjat pohon atau teman sepermainan yang masih kita temui disana. Yang pasti cerita tentang mantan harus hati-hati menyampaikannya kepada anak dengan pesan, jangan ceritakan kepada mama ya nanti papa beliin mainan (alamak). Ceritakan hal-hal baik saja kepada anak agar bisa ditiru, kalau yang jelek-jelek sebaiknya disimpan saja sendiri , biar Allah sajalah yang tahu.
Selama di Pekanbaru kami sempat mengunjungi Istana Sultan Siak Sri Indrapura yang dibangun pada tahun 1896 dengan model istana yang modern dengan arsitektur Eropa kala itu. Istana ini memyimpan memory sejarah perkembangan budaya melayu zaman kerajaan dulu. Perjalanan menuju Istana Siak Sri Indrapura di kabupaten Siak dari kota Pekanbaru merupakan pengalaman yang baru bagi kedua orang mertua saya, maklum saja karena baru pertama menempuh perjalanan jauh. Biasanya hanya perjalanan dari Banjarmasin ke Hulu Sungai saja, tepatnya ke Kandangan karena Sidin Urang Kandangan. Di sepanjang perjalanan yang kami lewati di kiri kanan jalan banyak ditanami pohon sawit oleh investor dari dalam dan luar negeri. Maklum saja perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu investasi yang paling menarik maka hampir di seluruh kota kabupaten di Propinsi Riau ada perkebunan kelapa sawit. Tidak heran jika Propinsi Riau merupakan penyumbang pendapatan terbesar bagi Negara Indonesia karena kekayaan alamnya yang melimpah. Tidak heran jika orang luar propinsi Riau banyak mencoba peruntungan datang ke Riau karena lapangan pekerjaan di sektor ini cukup banyak tersedia. Ada istilah keren bagi propinsi Riau yakni propinsi yang kaya karena tanahnya “diatas minyak dibawah minyak” maksudnya diatas tanahnya di tumbuhi pohon sawit yang menghasil minyak goreng, sedangkan di perut buminya di tambang minyak mentah yang diolah sebagai minyak tanah, premium, dan lainnya. Namun sayangnya kekayaan alam yang melimpah ini belum bisa mensejahterakan bangsa kita dan terutama orang Riau sendiri.
Perjalanan menuju Istana Siak Sri Indrapura selama 5 jam benar-benar melelahkan bagi orang seumuran kedua orang tua kami, karena kontur tanahnya yang keras dan berbukit maka jalanan disana juga naik turun dan berbelok. Perut kami rasanya seperti di kocok-kocok dan mual sekali. Bagi orang yang belum biasa menempuh perjalanan seperti itu rasanya mau muntah, dan ini dirasakan oleh kedua orang mertua saya. Sidin mengatakan “seumur-umur naik kendaraan baru kali ini saja muntah diperjalanan” karena selama ini yang ditempuh hanya sebatas perjalan ke Hulu Sungai saja yang jalannya relative datar dan lurus. Rasa lelah sepanjang perjalanan terasa terobati ketika sampai di tujuan kami Istana Sultan Siak Sri Indrapura karena keindahan arsitektur dan koleksi sejarahnya di tambah kebersihan yang terjaga disekitar lingkungan Istana. Kamipun tidak menyia-yiakan kesempatan ini untuk membuat photo kenangan. Jepret sana jepret sini untuk koleksi kenangan bagi anak cucu di kemudian hari sebagai pertanda bahwa kami sudah pernah berkunjung ke Istana Sultan Siak Sri Indrapura.

20 Februari, 2009

MENGAPA ORANG YAHUDI BANYAK YANG PINTAR


Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang
Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca
terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia)
dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh
DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan
kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan
fakta-fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan
aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik
klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari
matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang
matematika, mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik,
mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika
untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih
didalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka
memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti
dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk
otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak
baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan
banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging,
mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka
percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk
pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging
, hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan
makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian
makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.

Yang istimewa lagi adalah: Di Isarel, merokok itu tabu! Mereka memiliki
hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan
bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya
tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi "gen" atau
keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan
keturunannya menjadi "bodoh" atau "dungu".

Walaupun, kalau kita perhatikan, maka penghasil rokok terbesar di dunia ini
adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok, bukan orang Yahudi.

Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau
roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan.

Mereka juga harus pandai bahasa, minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu
Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano
dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ
mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak.
Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.

Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait
langsung dengan bisnis dan perdagangan. Ternyata salah satu syarat untuk
lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam
tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus
menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya
mendapat untung 1 juta US Dollar.

Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh
orang Yahudi. Design " Levis " terakhir diciptakan oleh satu Universitas di
Israel, fakultas "business and fashion".

Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari.
Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk "fokus"
dalam berpikir !

Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat

berbisnis kelas dunia. Disini terdapat banyak sekali kegiatan yang

mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya.
Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa
pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium,
"research and development" khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh
para konglomerat Yahudi.

Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi
seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle.
pusat film Hollywood , Levis dan Dunkin Donat.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura.
Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua
yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga
rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US
Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh
peneliti Israel , bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasi yang
"Bodoh" dan "Dungu".

Percaya atau tidak, tentunya terserah kita semua. Namun kenyataan yang ada
terlihat bahwa memang banyak sekali orang yahudi yang pintar !

Tinggal, pertanyaannya adalah, apakah kepintarannya itu banyak manfaatnya
bagi peningkatan kualitas hidup umat manusia secara keseluruhan.



Jakarta 5 Februari 2009



Chappy hakim


*dari milist tetangga

AGENDA YAHUDI


Protocol of Zions atau Protokolat Zionis merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.
Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat. Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.
Dalam bukunya The International Jew (1976), Henry Ford menyatakan, “Jika saya ditanya tentang asli tidaknya Protokolat Zionis, maka saya tidak akan mau masuk ke dalam perdebatan panjang itu. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan berkenaan dengannya adalah, bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini sejalan dengannya…”
Selain keberadaannya yang menimbulkan polemik berkepanjangan, Protokolat Zionis ternyata juga sering disalahkaprahkan sebagai satu dokumen rahasia yang dilahirkan dalam Kongres Zionis Internasional I yang diselenggarakan di Bassel, Swiss tahun 1897. Pandangan ini berangkat dari fakta bahwa di dalam kongres yang dipimpin Theodore Hertzl tersebut, Protokolat Zionis memang disahkan menjadi satu agenda bersama gerakan Zionis Internasional dalam menguasai dunia.
Alhasil, setelah kongres pertama tersebut, Palestina akhirnya jatuh ke tangan kaum Zionis setelah Balfour menulis suratnya yang terkenal (1917). Padahal kala itu Palestina masih berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, dan Inggris sama sekali tidak punya hak secuil pun atas tanah Palestina. Setelah Zionis berhasil meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmaniyah pada tanggal 3 Maret 1924, barulah Palestina jatuh ke tangan kelompok Zionis ini. Perang Dunia I dan II juga diyakini merupakan hasil konspirasi mereka.
Pandangan ini ternyata keliru. Benar bahwa jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmaniyah, Perang Dunia I dan II, serta sejumlah peristiwa besar dunia, senantiasa merupakan buah dari konspirasi mereka, namun Protokolat Zionis ternyata tidak lahir di dalam Kongres Zionis Internasional di Swiss tahun 1897 tersebut. Protokolat Zionis telah ada jauh sebelum Hertzl menjadi tokoh bepengaruh di dalam gerakan Zionis Internasional. Sejarahnya berawal dari Dinasti Rotshchild di Eropa abad pertengahan.
Dinasti Tameng Merah
Eropa di abad ke-18 merupakan sebuah benua yang terdiri dari banyak kerajaan besar kecil dan sejumlah wilayah kecil yang disebut principalis, semacam kabupaten yang merdeka dan otonom seperti misalnya Monaco dan Lechtenstein. Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan besar dan paling berpengaruh.
Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional atas Perancis adalah Rothschild, seorang bankir-politikus yang berdarah dingin.
Keluarga Rothschild sejak awal memang keluarga jutawan. Pendiri keluarga ini bernama Moses Amshell Bauer, seorang pemilik modal Yahudi berpengaruh. Sepeninggal Moses, putera bungsunya yang bernama Mayer Amshell Bauer meneruskan usaha ayahnya.
Dalam tempo tidak terlalu lama, usaha warisan ayahnya ini berkembang pesat. Simbol Tameng Merah (Rothcshild) pun kian terkenal. Dan Mayer pun menggunakan gelar Rothschild I. Mayer mendidik kelima anaknya dengan disiplin Yahudi yang tinggi guna dipersiapkan menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh.
Pada tahun 1773, Mayer mengundang sekitar duabelas tokoh berpengaruh Yahudi ke kediamannya di Judenstrasse, Frankfurt, guna membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan ini, nama Adam Weishaupt disebut Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.
Selain mengajukan nama Adam Weishaupt, dalam pertemuan 13 Dinasti Yahudi berpengaruh tersebut, Rothschild juga memaparkan 25 butir langkah strategis bagi kelompok Zionis Internasional untuk menaklukkan dunia. Ke-25 butir langkah strategis inilah yang kelak di tahun 1897 disahkan menjadi agenda bersama gerakan Zionis Internasional.
Isi Protokol Zionis
Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:
1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.
11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.
14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.(Rz